Infeksi Jamur pada Kulit: Cara Mengenalinya, Pengobatan, dan Pencegahannya
Bagaimana cara mengenali dan mencegah pertumbuhan infeksi jamur pada kulit?
Infeksi jamur adalah jenis masalah kulit yang dapat dialami siapa saja.
Sesuai namanya, infeksi ini disebabkan oleh jamur dan dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi hingga lansia.
Secara umum, infeksi jamur sering ditemukan pada kelompok orang yang kurang memperhatikan aspek kebersihan.
Selain itu, infeksi ini juga sering menyerang mereka yang aktif secara fisik dan sering berkeringat.
Ya, kulit yang lembap cenderung membuat jamur tumbuh dan berkembang biak lebih mudah.
Jadi, jika Anda baru menyadari pentingnya kesehatan kulit, pastikan untuk melanjutkan membaca untuk mencegah infeksi jamur pada kulit.
Jenis-Jenis Jamur yang Dapat Menginfeksi Kulit
Beberapa jenis jamur sering menginfeksi kulit manusia.
Jenis-jenis tersebut adalah Candida, Epidermophyton, Trichophyton, Microsporum, dan Malassezia.
Penyebaran infeksi jamur kulit cenderung sangat cepat.
Hal ini karena pada tubuh jamur terdapat bagian yang dikenal sebagai spora, yang dapat dengan mudah tertiup angin dan kemudian terbang di udara.
Spora tersebut menyebabkan penyebaran jamur kulit baik dari satu tempat ke tempat lain pada satu orang, maupun antar orang yang berbeda.
Selain itu, selain menginfeksi permukaan kulit, jamur juga sering menginfeksi bagian tubuh lainnya, seperti kuku.
Oleh karena itu, jika Anda melihat kuku Anda, terutama kuku kaki, tebal dan rapuh, ada kemungkinan besar kuku tersebut telah terinfeksi jamur.
Jadi, pastikan untuk mendapatkan perawatan terbaik sesegera mungkin.
Jenis-Jenis Infeksi Jamur dan Gejalanya
Berbagai jenis jamur dapat menyebabkan jenis infeksi yang serupa.
Gejalanya pun tidak jauh berbeda.
Namun, hal ini juga bergantung pada beberapa faktor seperti kondisi tubuh, kondisi lingkungan, dan beberapa faktor lainnya.
Namun, infeksi itu sendiri diklasifikasikan menjadi 4 jenis berdasarkan bentuk dan tempat kemunculannya.
Apa saja jenis-jenis tersebut?
1. Dermatofitosis (kurap)
Pernahkah Anda mengalami ruam merah pada kulit dengan gatal melingkar?
Sepertinya Anda menderita infeksi jamur jenis Dermatofitosis atau sering disebut kurap.
Kondisi kronis kurap menyebabkan kulit Anda menjadi berbintik-bintik, berair, dan melepuh.
Jenis infeksi ini biasanya ditemukan di bagian tubuh seperti kaki, leher, wajah, dan bahkan kulit kepala.
Kurap juga mudah menular ke bagian tubuh lain atau bahkan orang lain.
Oleh karena itu, waspadai keberadaan infeksi jamur ini di area lipatan kulit.
2. Tinea Pedis (Kaki Atlet)
Jenis infeksi jamur kedua disebut Tinea Pedis atau sering disebut Kaki Atlet karena sering menyerang atlet yang selalu memakai kaus kaki saat bermain.
Namun tentu saja, bukan hanya atlet tetapi juga siapa pun yang selalu menutupi kakinya sepanjang hari rentan terhadap jenis infeksi jamur ini.
Gejala yang ditemukan ketika kulit terinfeksi Tinea Pedis adalah kulit terasa lunak, rapuh, dan mudah terkelupas.
Selain itu, juga sangat gatal di area yang terinfeksi dan sekitarnya.
3. Tinea Cruris (Gatal Selangkangan)
Jenis infeksi selanjutnya agak mirip dengan Tinea Pedis, disebut Tinea Cruris.
Perbedaannya adalah Tinea Cruris sering terlihat di area lipatan kulit yang jarang terpapar udara.
Area tersebut berada di area bokong, alat kelamin, dan lipatan selangkangan.
Itulah sebabnya infeksi ini juga disebut Gatal Selangkangan.
Gejala utama Tinea Cruris adalah munculnya ruam dan kemerahan pada lipatan kulit.
Kulit juga terasa sangat gatal dan nyeri.
Berhati-hatilah jika Anda mengalami infeksi jenis ini karena masalah kulit jamur ini sangat menular dan dapat dengan cepat menyebar ke area lain.
Infeksi kurap selangkangan (Jock Itch) sebagian besar menyerang pria, baik remaja maupun dewasa.
Untuk menghindari penyebaran dan mempercepat proses penyembuhan, hindari mengenakan celana ketat dan bersihkan area yang terinfeksi lebih sering.
4. Kandidiasis Kulit
Kandidiasis kulit mungkin merupakan jenis infeksi jamur yang paling umum karena dapat dialami oleh pria dan wanita.
Ya, infeksi ini dapat terjadi di bagian kulit mana pun, baik yang terbuka maupun tertutup.
Namun, area kulit yang lembap seperti ketiak dan selangkangan cenderung lebih sering terinfeksi jamur ini.
Tanda-tanda infeksi candida adalah kulit tampak ruam, merah, dan sangat gatal.
Lebih buruk lagi, infeksi cenderung sangat cepat.
Jadi, jika Anda menemukan area dengan infeksi jamur ini, pastikan untuk segera mendapatkan perawatan sebelum menyebar ke area lain.
Perawatan untuk Infeksi Jamur Kulit
Jika kulit Anda terinfeksi jamur, perawatan segera diperlukan.
Umumnya ada 2 jenis perawatan yang diresepkan oleh dokter kulit, yaitu perawatan topikal dan oral.
Perawatan yang paling direkomendasikan adalah dengan menggunakan krim atau salep antijamur topikal.
Obat antijamur topikal bekerja dengan menghancurkan dinding sel jamur, mencegah pertumbuhan spora, dan mencegah sel jamur kembali setelah hilang untuk sementara waktu.
Cara penggunaannya?
Cukup oleskan krim atau salep antijamur ke area yang terinfeksi.
Obat antijamur topikal mudah ditemukan di apotek dengan berbagai jenis dan merek.
Ada beberapa zat yang terkandung dalam obat antijamur topikal seperti mikonazol, klotrimazol, nistatin, dan ketokonazol.
Satu produk mungkin mengandung kombinasi beberapa zat ini.
Jika penggunaan krim topikal tidak mengatasi masalah, dokter Anda biasanya akan meresepkan obat antijamur oral.
Obat antijamur oral dapat diminum segera berdasarkan dosis yang dianjurkan.
Meskipun rasa gatal atau terbakar sudah hilang, Anda tetap harus menggunakan obat antijamur sampai ruam benar-benar hilang.
Dengan demikian, infeksi tidak akan mudah muncul kembali di masa mendatang.
Pencegahan Infeksi Jamur Kulit
Tentu saja, akan lebih baik jika Anda mencegah perkembangan jamur pada kulit Anda sebelum infeksi terjadi.
Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah jamur menempel dan menyebabkan infeksi pada kulit Anda.
Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Jaga Kebersihan Kulit Anda
Terutama bagi mereka yang aktif bergerak, Anda harus sering mengganti pakaian atau kaus kaki saat banyak berkeringat.
Jangan lupa membersihkan tangan, kaki, dan lipatan tubuh dengan sabun lalu keringkan sebelum mengenakan pakaian kembali.
2. Keringkan Sepatu dan Pakaian di Udara Terbuka
Jangan menunggu terlalu lama untuk mencuci pakaian setelah memakainya.
Jika Anda terlalu sibuk atau ada hal lain, rendam pakaian Anda dalam larutan deterjen terlebih dahulu.
Kemudian, cuci bersih dan keringkan pakaian di udara terbuka untuk menghilangkan dan mencegah munculnya jamur.
Hal yang sama juga harus dilakukan dengan sepatu Anda.
Jika Anda tidak dapat mencucinya, cukup keringkan sepatu di udara terbuka.
Jangan menyimpan sepatu di tempat tertutup dan lembap terlalu lama.
3. Kenakan Pakaian yang Nyaman
Untuk aktivitas sehari-hari, kenakan pakaian yang nyaman untuk kulit Anda.
Kenyamanan di sini berarti pakaian harus kering, bersih, dan tidak terlalu ketat.

Posting Komentar untuk "Infeksi Jamur pada Kulit: Cara Mengenalinya, Pengobatan, dan Pencegahannya"