Makanan yang Buruk untuk Usus Anda
Usus adalah bagian dari sistem pencernaan yang berfungsi untuk menyerap nutrisi dari makanan dan membuang sisa makanan melalui saluran pembuangan.
Tubuh Anda membutuhkan usus yang sehat agar dapat menyerap nutrisi secara optimal sehingga seluruh tubuh mendapatkan pasokan nutrisi yang cukup.
Dan kesehatan usus sangat dipengaruhi oleh 2 faktor: bakteri dan mikroba, serta makanan.
Bakteri dan mikroba di usus memainkan peran penting dalam membantu tubuh mencerna makanan.
Bakteri baik juga membantu tubuh melawan bakteri berbahaya, jamur, dan mikroba berbahaya lainnya.
Sementara makanan memiliki peran besar dalam memengaruhi lingkungan usus.
Beberapa makanan baik untuk memberi makan bakteri baik atau bahkan menambah lebih banyak bakteri baik ke dalam tubuh.
Di sisi lain, ada juga makanan yang buruk untuk usus Anda karena dapat menyebabkan masalah kesehatan pencernaan.
Berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya tidak Anda konsumsi terlalu banyak demi kesehatan sistem pencernaan Anda.
Protein Hewani
Makanan yang mudah kita temukan seperti susu, telur, dan daging memang membawa banyak manfaat bagi kesehatan.
Makanan-makanan ini kaya akan protein hewani dan nutrisi lainnya, seperti kolin.
Namun, mengonsumsi terlalu banyak makanan yang tinggi protein hewani dapat menyebabkan perubahan berbahaya pada mikrobioma di usus.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the USA membandingkan bakteri di usus anak-anak di daerah pedesaan di Afrika dengan anak-anak di Italia.
Sebagai informasi, anak-anak Italia mengonsumsi lebih banyak daging sementara anak-anak Afrika mengonsumsi makanan yang tinggi serat dan protein kacang polong.
Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa anak-anak Afrika memiliki lebih banyak bakteri baik di usus yang terkait dengan peradangan yang lebih rendah.
Sementara anak-anak Italia memiliki lebih banyak bakteri yang terkait dengan penyakit dan peradangan.
Makanan Olahan
Makanan yang paling merusak usus adalah gula, sirup jagung fruktosa tinggi, dan semua makanan olahan.
Makanan olahan yang tinggi gula dan rendah serat akan mengurangi jumlah bakteri baik di usus.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bakteri baik penting untuk sistem pencernaan dan kesehatan.
Di sisi lain, mengonsumsi makanan kaya serat, rendah garam dan gula menjadi kebiasaan diet terbaik untuk menjaga kesehatan usus.
Makanan Goreng
Tidak dapat dipungkiri bahwa kentang goreng, ayam goreng, dan makanan gorengan lainnya seperti onion ring adalah makanan yang paling lezat.
Semua orang menyukai makanan ini.
Tetapi Anda harus menghindari makanan ini jika ingin menjaga kesehatan usus dan sistem pencernaan Anda.
Banyak ahli gizi mengatakan bahwa makanan goreng dapat dengan cepat merusak lingkungan organ tersebut.
Makanan tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan peradangan, gas, dan kram perut.
Selain itu, makanan goreng lebih sulit dicerna oleh tubuh.
Hal ini karena minyak goreng yang digunakan sebagian besar tinggi lemak trans dan lemak jenuh yang dapat memicu iritasi dan diare.
The American Liver Foundation menjelaskan bahwa membatasi konsumsi makanan yang digoreng dapat menurunkan risiko penyakit hati.
Penyakit hati dapat memicu berbagai masalah pencernaan dan merusak kesehatan secara keseluruhan.
Gula Olahan
Makanan yang dibuat dengan gula olahan seperti kue, permen, dan minuman manis dapat merusak usus.
Gula, terutama sirup jagung fruktosa, dapat mengurangi jumlah bakteri baik dan meningkatkan bakteri jahat di dalam organ tersebut.
Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan yang dapat memengaruhi dinding usus.
Jadi, jika Anda ingin menjaga kesehatan usus, kurangi konsumsi makanan yang dibuat dengan gula olahan.
Pemanis Buatan
Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pemanis buatan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis.
Pemanis buatan juga merupakan salah satu faktor utama obesitas atau kelebihan berat badan.
Ternyata, pemanis buatan juga berbahaya bagi usus.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition menekankan bagaimana pemanis buatan dapat memengaruhi mikroba di usus.
Penelitian ini membuktikan bahwa pemanis buatan dapat menyebabkan perubahan metabolisme tubuh yang berkaitan dengan intoleransi glukosa.
Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan.
Tepung Putih
Biji-bijian olahan dalam roti putih dan makanan lain yang mengandung tepung putih dapat meningkatkan kadar gula darah, yang memicu resistensi insulin.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, serta kanker lainnya.
Biji-bijian sebenarnya merupakan sumber serat utama.
Tetapi karena mengalami begitu banyak pemrosesan, tepung putih tidak memiliki serat sebanyak biji-bijian utuh.
Jadi, lebih baik mengganti tepung putih dengan biji-bijian utuh, seperti quinoa, sorgum, dan gandum hitam.
Oat utuh dan quinoa adalah bahan populer untuk sarapan.
Anda dapat memakannya dengan yogurt Yunani atau menambahkannya untuk membuat smoothie.
Kacang-kacangan
Makanan selanjutnya yang buruk untuk usus Anda adalah kacang-kacangan.
Kacang-kacangan sebenarnya kaya akan protein dan serat yang baik untuk kesehatan.
Tetapi kacang-kacangan juga mengandung gula yang sulit dicerna, menyebabkan kembung dan kram perut.
Dan tubuh tidak memiliki enzim yang dapat memecah gula tersebut.
Jadi, bakteri dalam tubuh melakukan pekerjaan itu, melepaskan gas dalam prosesnya.
Untuk menghilangkan gula yang tidak diinginkan ini, Anda dapat merendam kacang-kacangan selama 4 jam sebelum memasaknya.
Protein Bar
Siapa sangka makanan populer ini sebenarnya tidak baik untuk usus?
Protein bar adalah makanan penambah energi yang kaya protein, yang konon dapat menggantikan makanan utama.
Cukup banyak orang menyukainya karena praktis dan mudah ditemukan.
Namun kenyataannya, protein bar mengandung banyak gula dan karbohidrat yang dapat berdampak negatif pada usus.
Mengonsumsi protein bar sesekali tidak masalah.
Tetapi seorang ahli gizi bernama Trista Best menjelaskan bahwa mengganti makanan utama dengan protein bar akan sangat berbahaya bagi kesehatan usus, serta metabolisme secara keseluruhan.
Usus yang sehat adalah kunci untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Dan salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk memiliki usus yang sehat adalah dengan menghindari mengonsumsi terlalu banyak makanan yang buruk untuk usus Anda.
Selain itu, sangat penting juga untuk memiliki gaya hidup sehat, seperti cukup tidur, makan sehat, dan berolahraga secara teratur.

Posting Komentar untuk "Makanan yang Buruk untuk Usus Anda"