Aset Riil VS Jenis Aset Lainnya: Semua yang Perlu Anda Ketahui

Aset Riil VS Jenis Aset Lainnya Semua yang Perlu Anda Ketahui

Aset riil adalah aset berwujud dengan nilai intrinsik berdasarkan bahan dan kualitasnya.

Logam mulia, real estat, komoditas, peralatan, tanah, serta sumber daya alam adalah contoh aset riil.

Karena korelasi minimalnya dengan aset keuangan yang meliputi saham dan obligasi, aset ini ideal untuk dimasukkan dalam sebagian besar portofolio yang terdiversifikasi.

Melalui artikel ini, kami akan memberikan beberapa informasi tentang aset riil dibandingkan dengan jenis aset lainnya, mulai dari definisi, pertimbangan, keuntungan dan kerugian, serta pro dan kontra.

Teruslah membaca untuk mendapatkan semua informasi penting!

Aset Berwujud

Nilai bersih dan aktivitas fundamental suatu perusahaan sangat bergantung pada asetnya, yang dirinci dalam neraca.

Persamaan aset dikurangi kewajiban sama dengan ekuitas pemegang saham, yang mengatur neraca, mengharuskan aset untuk seimbang.

Ada dua jenis aset dalam bisnis: berwujud dan tidak berwujud.

Aset yang berwujud bersifat terbatas atau diskrit, seringkali fisik, dan digunakan dalam operasi.

Aset berwujud bersifat nyata, dapat diubah, dan terlihat, serta digunakan untuk mendorong keuntungan ekonomi di masa depan.

Aset berwujud masih dapat mengalami degradasi seiring waktu, berfungsi sebagai jaminan atas pinjaman dan utang, serta mungkin memiliki nilai sisa setelah masa pakainya berakhir.

Aset berwujud dapat berupa aset jangka pendek atau jangka panjang, dengan aset jangka pendek memiliki nilai transaksi yang terbatas dan keberadaan fisik.

Aset jangka panjang lebih besar dan menawarkan likuiditas yang lebih rendah daripada aset jangka pendek.

Aset jangka panjang dicatat dalam laporan keuangan pada harga pembelian dan kehilangan nilainya seiring waktu karena depresiasi.

Aset saat ini, seperti persediaan, diubah menjadi kas dalam waktu satu tahun sehingga tidak memerlukan depresiasi seiring waktu.

Depresiasi merupakan pengeluaran non-kas yang mengurangi nilai suatu barang seiring waktu.

Secara umum, aset berwujud diperlukan untuk pelaporan keuangan dan manajemen.

Cara Menilai Aset Berwujud

Nilai aset berwujud dapat ditentukan oleh keaslian, lokasi, dan kondisinya.

Penilaian khusus, biaya likuidasi, dan biaya penggantian merupakan tiga pendekatan dasar untuk menentukan nilai aset fisik.

Penilaian khusus melibatkan penilai eksternal yang menilai kondisi aset serta variabel eksternal yang memengaruhi nilainya.

Laporan tersebut menjelaskan kualitas internal dan eksternal aset, serta aktivitas modernisasi, kualitas konstruksi, kondisi pasar, dan setiap kerusakan yang terlihat.

Karena biaya dan likuiditas yang tinggi, biaya likuidasi adalah jumlah uang yang akan diperoleh suatu barang berwujud jika dijual di pasar, meskipun mungkin lebih rendah dibandingkan dengan nilai yang ditentukan oleh penilai.

Perusahaan asuransi umumnya menggunakan biaya penggantian sebagai bagian dari polis.

Perusahaan asuransi menggunakan biaya penggantian untuk menentukan nilai bangunan, menetapkan polis untuk memastikan bahwa penggugat dapat memperoleh uang untuk mengganti aset daripada penggantian untuk seluruh nilai.

Aset berwujud, seperti properti, tanah, dan mesin, memiliki nilai "nyata" dan berfungsi di luar kegunaannya sebagai investasi.

Aset ini cocok untuk beberapa kondisi investasi, seperti lahan pertanian, yang selalu diminati karena kebutuhan dunia akan pangan dan pertanian.

Karena merupakan bentuk aset yang berbeda, fluktuasi nilainya pun berbeda dengan pasar saham.

Aset berwujud biasanya memberikan dua jenis peluang investasi: apresiasi modal dan arus kas operasional.

Misalnya, kantor bisnis di lokasi pusat kota yang strategis dapat menghasilkan pendapatan operasional sekaligus mengalami apresiasi nilai.

Entitas pemerintah seringkali memiliki pedoman dan batasan tentang apa yang dianggap sebagai aset fisik, dan mereka dapat mengkategorikannya.

Namun, tidak semua hal yang berkaitan dengan aset berwujud ideal, seperti risiko pertanian, keusangan, dan barang-barang kecil yang lebih mudah menjadi sasaran pencurian.

Pencurian siber mungkin memerlukan keahlian teknologi, sedangkan kepemilikan fisik diperlukan untuk barang-barang berwujud seperti inventaris.

Akibatnya, pengamanan, penyimpanan, dan pemantauan aset fisik dapat menjadi lebih mahal.

Memahami Aset Riil

Aset riil, finansial, dan tak berwujud mewakili tiga jenis aset.

Bagi suatu perusahaan atau individu, semua aset memiliki nilai ekonominya masing-masing.

Suatu barang dapat dianggap sebagai aset selama memiliki nilai moneter yang dapat diperdagangkan dengan uang tunai.

Aset tak berwujud adalah aset bernilai yang tidak hadir secara fisik.

Paten, merek dagang, hak cipta, kesadaran merek, serta kekayaan intelektual adalah contoh aset tersebut.

Identitas merek yang baik mungkin merupakan aset tak berwujud yang paling penting bagi suatu perusahaan.

Aset finansial mewakili properti likuid yang nilainya berasal dari klaim kepemilikan atau hak kontraktual.

Aset finansial meliputi obligasi, saham, deposito bank, rekening investasi, reksa dana, serta uang tunai biasa.

Aset ini dapat berupa riil, seperti uang kertas dolar atau sertifikat obligasi, serta nonfisik, seperti rekening di pasar uang atau reksa dana.

Aset riil, di sisi lain, memiliki bentuk fisik dan nilainya berasal dari fitur fisiknya.

Aset ini dapat berupa alami, seperti emas atau minyak, dan buatan manusia, seperti mesin atau bangunan.

Jenis-Jenis Aset Riil

Aset riil meliputi properti yang dapat dikelola, memiliki umur pakai yang panjang, memiliki biaya transaksi yang besar, serta lokasi fisik.

Properti riil mengacu pada aset yang menunjukkan kualitas-kualitas tersebut.

Berikut adalah beberapa contoh aset tersebut.

Mari kita mulai dengan melihat lebih dekat setiap klasifikasi:

Tanah

Tanah dianggap sebagai aset berwujud yang substansial setelah seseorang memilikinya.

Ini dapat digunakan untuk membangun rumah sendiri atau konstruksi atau bangunan komersial, atau alternatifnya dapat dijual oleh broker real estat untuk mendapatkan sejumlah besar uang sekaligus.

Pemilik rumah juga dapat membangun tempat tinggal mereka sendiri di lokasi tersebut dan menyewakannya untuk mendapatkan pendapatan bulanan.

Mereka juga memiliki umur pakai yang lebih panjang dan, jika terjadi kerusakan, mereka memiliki kemungkinan rehabilitasi atau perbaikan untuk meningkatkan umur pakainya.

Infrastruktur

Kemajuan arsitektur yang diluncurkan pada saat tertentu adalah hal berikutnya dalam daftar ini.

Setiap konstruksi yang dibangun, mulai dari fasilitas umum hingga transportasi, adalah aset nyata.

Meskipun membutuhkan investasi awal yang signifikan, hal ini membantu dalam perolehan aset tidak berwujud sebagai penerimaan, seperti niat baik dan reputasi yang lebih baik.

Barang Koleksi

Jenis real estat lainnya adalah koleksi seni, barang antik, dan barang-barang vintage.

Artefak ini dapat dipasarkan kepada pihak berwenang yang ingin menyimpannya di museum atau memajangnya di pameran.

Sebagai imbalannya, pemilik memiliki kesempatan untuk menghasilkan arus kas yang besar.

Sumber Daya Alam

Jenis aset fisik berikutnya dalam daftar ini adalah sumber daya alam, yang tampaknya akan langka di masa depan.

Ini termasuk sumber daya seperti listrik dan mineral.

Ini membantu dalam apresiasi modal dan memungkinkan investor untuk melindungi investasi mereka dari inflasi sesuai kebutuhan.

Pertimbangan Khusus

Aset berwujud meliputi aset keuangan dan aset fisik.

IRS, atau Internal Revenue Service, mewajibkan perusahaan untuk mencatat aset tak berwujud secara terpisah dari aset fisik untuk alasan pajak, meskipun mereka menggabungkan aset riil dan aset keuangan di bawah payung aset berwujud.

Sebagian besar organisasi memiliki berbagai aset yang termasuk dalam tiga kelompok berbeda: riil, keuangan, dan tak berwujud.

Aset riil, seperti aset keuangan, termasuk dalam aset berwujud.

Misalnya, Perusahaan XYZ memiliki armada kendaraan, fasilitas manufaktur, dan sejumlah besar peralatan.

Itu adalah aset riil.

Namun, sebagai aset tak berwujud, perusahaan memiliki berbagai merek dagang dan hak cipta.

Terakhir, perusahaan memiliki aset keuangan berupa saham di perusahaan afiliasi.

Aset Riil VS Jenis Aset Lainnya

Aset riil adalah jenis aset yang berbeda dari aset keuangan, meskipun dikelompokkan bersama sebagai aset fisik.

Berbeda dengan aset berwujud yang memiliki nilai intrinsik, aset keuangan memperoleh nilainya dari klaim hukum atas aset yang mendasarinya, yang mungkin tidak berwujud atau berwujud.

Komoditas dan properti, misalnya, adalah aset riil, namun ETF (exchange-traded funds), kontrak berjangka komoditas, termasuk REIT (real estate investment trusts) adalah aset keuangan dengan nilai yang bergantung pada aset riil yang mendasarinya.

Tumpang tindih dan ketidakpastian tentang klasifikasi aset dapat berkembang dalam jenis aset ini.

ETF, misalnya, dapat berinvestasi di perusahaan yang terlibat dalam penjualan, penggunaan, atau penambangan aset riil, atau dapat melacak pergerakan harga satu aset riil atau kumpulan aset riil.

ETF yang didukung secara fisik mencakup beberapa ETF terlaris di dunia, termasuk SPDR Gold Shares (GLD) dan iShares Silver Trust (SLV).

Keduanya melakukan investasi pada logam mulia dan berupaya meniru kinerja logam tersebut.

Namun, ETF ini pada dasarnya adalah aset keuangan, sedangkan emas atau perak fisik yang mereka miliki adalah aset nyata.

Aset Berwujud vs Aset Tidak Berwujud

Penilaian aset sangat penting untuk mengelola ekuitas pemegang saham dan rasio pengembalian ekuitas yang sesuai.

Aset berwujud dan aset tidak berwujud merupakan dua kategori aset yang membentuk daftar total aset perusahaan.

Akibatnya, kedua angka tersebut didokumentasikan dalam catatan akuntansi dan dievaluasi sebagai bagian dari manajemen kinerja yang komprehensif.

Aset tidak berwujud adalah aset non-fisik dengan nilai teoritis yang berasal dari penilaian perusahaan sendiri.

Hak cipta, paten, merek dagang, lisensi, serta nilai ekuitas merek adalah contoh aset ini.

Aset tidak berwujud mewakili aset jangka panjang dalam neraca.

Nilai-nilai tertentu yang terkait dengan aset tidak berwujud, seperti biaya perpanjangan dan pendaftaran, dapat membantu sebagai dasar untuk laporan nilai keuangan.

Namun, biaya yang terkait dengan aset tidak berwujud seringkali termasuk dalam biaya umum, dan sebagian besar nilai aset tidak berwujud harus dinilai oleh perusahaan sendiri.

Aset tak berwujud, yang meliputi hal-hal seperti goodwill, jarang diperdagangkan di pasar terbuka, namun dapat dibeli dari perusahaan lain dalam kasus-kasus tertentu.

Aset tak berwujud juga dapat dibeli dan dialihkan dalam konteks transaksi merger atau akuisisi.

Jika aset tak berwujud dilaporkan dalam neraca, aset tersebut ditambahkan ke nilai bersih perusahaan serta nilai total, namun perusahaan yang memutuskan nilai retensinya.

Perbedaan

Aset tak berwujud tidak dapat disentuh, sedangkan aset fisik dapat disentuh.

Sebagian besar aset tak berwujud umumnya bersifat konseptual (misalnya, goodwill), sedangkan aset berwujud memiliki keberadaan fisik dan penggunaan di dunia nyata (misalnya, kendaraan perusahaan).

Meskipun aset tak berwujud lebih mudah disimpan, dilindungi, dan dialihkan, aset berwujud cenderung memiliki penggunaan dan kebutuhan di dunia nyata.

Aset berwujud mewakili salah satu dari berbagai jenis aset yang mungkin dimiliki perusahaan.

Aset berwujud mewakili kepemilikan fisik yang memberikan keuntungan ekonomi di masa depan bagi perusahaan.

Meskipun barang berwujud memiliki keuntungan karena digunakan dalam situasi dunia nyata, barang tersebut juga membutuhkan perawatan ekstra untuk perlindungan dan pemeliharaan fisik.

Keuntungan dan Kerugian Aset Riil

Aset riil memiliki tingkat stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan aset keuangan. Aset riil kurang terpengaruh oleh inflasi, fluktuasi mata uang, serta masalah makroekonomi lainnya dibandingkan investasi keuangan.

Aset riil sangat cocok sebagai aset selama periode inflasi karena cenderung berkinerja lebih baik daripada aset keuangan.

Menurut riset tahun 2017 oleh perusahaan manajemen aset Brookfield, nilai pasar global untuk ekuitas aset riil adalah $5,6 triliun. 57% dari total tersebut diinvestasikan dalam aset alam, 23% untuk real estat, diikuti oleh 20% dalam infrastruktur.

Brookfield mengamati dalam studi tahun 2017 tentang aset riil yang digunakan sebagai metode diversifikasi bahwa aset riil yang tahan lama cenderung meningkat nilainya seiring berjalannya waktu karena biaya penggantian dan efisiensi operasional meningkat.

Lebih lanjut, mereka menemukan bahwa keuntungan yang dihasilkan dari aset riil seperti properti, layanan energi, dan peningkatan infrastruktur dapat menawarkan investor aliran pendapatan yang dapat diprediksi dan konsisten.

Aset riil, di sisi lain, memiliki likuiditas yang lebih rendah dibandingkan dengan aset keuangan karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk dijual dan seringkali mencakup biaya transaksi yang lebih besar.

Selain itu, biaya penyimpanan dan pengangkutan aset fisik lebih tinggi daripada aset keuangan.

Emas batangan fisik, misalnya, terkadang perlu disimpan di fasilitas pihak ketiga, yang membutuhkan biaya sewa bulanan serta asuransi.

Keuntungan dan Kerugian

Aset riil memiliki manfaat seperti diversifikasi portofolio, lindung nilai inflasi, dan aliran pendapatan, tetapi juga dapat memiliki kekurangan seperti likuiditas, biaya penyimpanan, dan biaya transportasi.

Faisal
Faisal "The successful warrior is the average man, with laserlike focus." - Bruce Lee

Posting Komentar untuk "Aset Riil VS Jenis Aset Lainnya: Semua yang Perlu Anda Ketahui"