Apakah Menyusui Dapat Mencegah Kanker Payudara: Mitos atau Fakta?
Semua orang tahu bahwa menyusui membawa banyak manfaat bagi bayi.
Misalnya, antibodi yang terkandung dalam ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.
Menyusui juga merupakan salah satu aktivitas yang menciptakan ikatan yang kuat antara ibu dan bayi.
Berbicara tentang keuntungan menyusui, pernahkah Anda mendengar bahwa aktivitas ini juga dapat mencegah kanker payudara?
Menurut data yang dipublikasikan oleh University of Texas MD Anderson Cancer Center, ibu menyusui memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah, baik sebelum maupun setelah menopause.
Menyusui lebih dari 6 bulan juga bermanfaat dalam memberikan perlindungan tambahan.
Karena selama menyusui, tubuh ibu mengalami perubahan hormonal yang menunda periode menstruasi.
Hal ini sedikit banyak membuatnya kurang terpapar hormon seperti estrogen yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.
Selain itu, ketika wanita hamil dan menyusui, jaringan payudara akan luruh, membantu menghilangkan sel-sel yang berpotensi memicu kerusakan DNA.
Jadi, hal ini membantu menurunkan kemungkinan kanker payudara.
Bagaimana Menyusui Dapat Mencegah Kanker Payudara?
Gagasan bahwa menyusui dapat mencegah kanker payudara telah menarik perhatian para peneliti di seluruh dunia.
Banyak penelitian telah dilakukan untuk melihat hubungan antara menyusui dan risiko kanker payudara.
Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang menyusui bayinya setidaknya selama satu tahun mengalami penurunan kanker payudara hingga 4% dibandingkan dengan mereka yang tidak menyusui.
Studi lain di Amerika Serikat menyebutkan bahwa wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara memiliki risiko kanker yang lebih rendah ketika mereka menyusui.
Beberapa hal yang dapat menjelaskan bagaimana menyusui dapat menurunkan risiko kanker payudara adalah sebagai berikut:
Menjaga Kesehatan Sel
Menyusui membuat sel-sel payudara menghasilkan ASI, mencegah sel-sel tersebut berperilaku menyimpang dan berubah menjadi sel kanker.
Mengontrol Hormon
Menyusui akan memperpanjang periode tidak menstruasi setelah melahirkan.
Jadi, tubuh akan kurang terpapar hormon estrogen.
Estrogen adalah salah satu faktor penyebab kanker payudara.
Ketika tubuh kurang terpapar hormon ini, risiko kanker payudara juga akan menurun.
Membantu Mengontrol Kebiasaan Makan
Wanita menyusui cenderung lebih berhati-hati dan memperhatikan apa yang mereka makan untuk menjaga kualitas ASI mereka.
Mereka juga menghindari kebiasaan buruk selama menyusui, seperti merokok, minum alkohol, dan sebagainya.
Pola makan sehat ini tentu membantu mengurangi risiko kanker payudara.
Tips Menyusui untuk Mencegah Kanker Payudara
Untuk mendapatkan manfaat menyusui secara optimal, ibu harus menyusui dengan cara yang benar.
Berikut beberapa tips yang dapat diikuti.
- Jaga kebiasaan makan yang baik dengan membatasi asupan gula, garam, dan lemak.
- Hindari juga mengonsumsi makanan olahan dan makanan cepat saji.
- Jika memungkinkan, lebih banyak menyusui langsung daripada menggunakan botol susu.
- Hindari asap rokok dan konsumsi alkohol.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan.
Menyusui Juga Dapat Mencegah Kanker Ovarium
Selain mengurangi risiko kanker payudara, menyusui juga dapat menurunkan risiko kanker ovarium dengan mencegah ovulasi.
Semakin sedikit periode ovulasi, semakin sedikit paparan estrogen dan sel abnormal yang dapat menjadi kanker.
Untuk mendapatkan manfaat ini, ibu menyusui harus menyusui setidaknya selama 6 bulan.
Studi menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dan pengurangan risiko kanker menjadi signifikan pada 6 bulan dan seterusnya.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh Collaborative Group on Hormonal Factor in Breast Cancer, terungkap bahwa wanita menurunkan risiko kanker payudara sebesar 4,3% ketika mereka menyusui setidaknya selama 12 bulan.
Wanita yang menyusui juga menurunkan risiko kanker ovarium hingga 63 persen jika menyusui selama lebih dari 13 bulan, dibandingkan dengan mereka yang menyusui kurang dari 7 bulan.
Selain itu, mereka yang menyusui lebih dari satu anak selama lebih dari 31 bulan memiliki kemungkinan hingga 91 persen lebih kecil untuk terkena kanker ovarium dibandingkan mereka yang menyusui kurang dari 10 bulan.
Menyusui tidak hanya menurunkan risiko kanker, tetapi juga membantu melindungi bayi dari kelebihan berat badan atau obesitas di masa depan.
Selain itu, ASI memberikan manfaat yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi karena mengandung antibodi.
Ini membantu mengurangi risiko masalah pada sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan infeksi telinga.
Lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa bayi akan lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan alergi jika disusui dalam waktu yang lebih lama.
Jalani gaya hidup yang lebih sehat untuk meminimalkan risiko kanker payudara dan ovarium lebih jauh lagi.
Bagaimana Jika Seorang Ibu Tidak Menyusui?
Beberapa wanita tidak dapat menyusui karena berbagai alasan.
Jadi, bagaimana jika seorang wanita tidak menyusui?
Untungnya, masih ada cara lain yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kanker payudara.
Wanita yang tidak menyusui dapat mencegah kanker payudara dan ovarium dengan menjaga kebiasaan makan sehari-hari yang sehat.
Konsumsi berbagai makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol.
Selain itu, jangan lupa untuk memeriksa payudara Anda sendiri dan waspada jika Anda melihat perubahan abnormal pada payudara Anda.
Cara Mencegah Kanker Payudara
Jika Anda tidak menyusui, jangan khawatir.
Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker payudara.
Jaga Berat Badan Ideal
Kelebihan berat badan atau obesitas adalah salah satu faktor penyebab kanker, terutama pada wanita lanjut usia dan pascamenopause.
Inilah sebabnya mengapa menjaga berat badan ideal menjadi salah satu cara untuk menurunkan risiko kanker payudara.
Kelebihan lemak dalam tubuh dapat memicu peningkatan produksi estrogen secara drastis, yang menyebabkan kanker payudara.
Jadi, konsumsilah makanan rendah kalori dan pastikan untuk berolahraga agar berat badan Anda tetap ideal dan stabil.
Anda disarankan untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari.
Konsumsi Makanan Sehat
Bukan rahasia lagi bahwa makanan sehat membawa banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk mencegah penyakit serius seperti kanker.
Konsumsilah makanan sehat setiap hari, seperti buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan.
Selain itu, kurangi asupan makanan berlemak.
Minumlah cukup air dan cukup tidur juga.
Batasi Terapi Hormon
Wanita yang sudah memasuki tahap menopause biasanya menjalani terapi hormon untuk menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh mereka.
Namun, terapi hormon estrogen dan progesteron umumnya jangka panjang dan meningkatkan risiko kanker payudara.
Jadi, jika Anda benar-benar membutuhkan terapi ini, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter tentang kadar hormon yang cukup.

Posting Komentar untuk "Apakah Menyusui Dapat Mencegah Kanker Payudara: Mitos atau Fakta?"