Hubungan Antara Dehidrasi dan Kelelahan

Hubungan Antara Dehidrasi dan Kelelahan

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi. 

Ketika seseorang mengalami dehidrasi, mereka akan merasa haus dan lemah. 

Siapa pun dapat mengalami kondisi ini, terutama mereka yang minum air lebih sedikit daripada jumlah air yang dibutuhkan tubuh. 

Dan setiap orang membutuhkan jumlah air yang berbeda, tergantung pada usia, aktivitas, dan lingkungan mereka. 

Selain minum air lebih sedikit daripada yang dibutuhkan tubuh, ada juga penyebab dehidrasi lainnya, seperti banyak berkeringat, mengonsumsi terlalu banyak alkohol, diabetes, dan diare. 

Dehidrasi bukanlah kondisi yang dapat diremehkan karena dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. 

Apa Hubungan Antara Dehidrasi dan Kelelahan? 

Tubuh terdiri dari sekitar 50% hingga 60% air. 

Dan air adalah nutrisi penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. 

Dengan banyak aktivitas yang Anda lakukan, air keluar dari tubuh Anda melalui keringat, napas, dan saat Anda buang air kecil dan buang air besar. 

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk minum cukup air untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. 

Selain itu, air juga memainkan peran penting untuk fungsi tubuh. 

Misalnya, mengantarkan nutrisi ke seluruh tubuh, menjaga suhu tubuh tetap stabil, dan sebagai pelumas untuk persendian. 

Jika Anda tidak minum cukup air, fungsi tubuh Anda tidak akan optimal. 

Air memang bukan sumber energi. 

Tetapi tanpa air, tubuh Anda tidak memiliki energi. 

Dehidrasi dapat memengaruhi kinerja fisik dan mental Anda. 

Ketika Anda menderita dehidrasi, Anda akan mudah merasa mengantuk dan kelelahan, dan mulut Anda akan kering. 

Setidaknya ini adalah efek jangka pendek dari dehidrasi. 

Jika Anda tidak minum cukup air, Anda mungkin juga merasa cemas, tegang, mudah marah, dan daya ingat serta konsentrasi Anda menurun. 

Gejala Dehidrasi 

Dua gejala utama dehidrasi adalah rasa haus yang berlebihan dan urine berwarna gelap. 

Ini sebenarnya adalah cara tubuh memberi tahu Anda untuk minum lebih banyak air. 

Tergantung pada seberapa banyak cairan yang hilang dari tubuh, dehidrasi dibagi menjadi 2 kategori, yaitu dehidrasi ringan hingga sedang dan dehidrasi berat. 

Dehidrasi Ringan-Sedang 

Berikut adalah gejala dehidrasi ringan hingga sedang: 

  • Merasa haus. 
  • Mulut kering. 
  • Urine berwarna gelap. 
  • Merasa lelah dan mudah mengantuk. 
  • Sakit kepala dan kesulitan berkonsentrasi. 
  • Sembelit. 
  • Frekuensi dan volume buang air kecil berkurang. 
  • Kram otot.

Dehidrasi Berat 

Di sisi lain, mereka yang menderita dehidrasi berat akan memiliki gejala-gejala berikut: 

  • Rasa haus yang berlebihan. 
  • Jantung berdebar tidak teratur. 
  • Penurunan tekanan darah. 
  • Pernapasan cepat. 
  • Mata cekung. 
  • Kulit kering. 
  • Sakit kepala parah. 
  • Pingsan. 
  • Kejang. 

Diagnosis Dehidrasi 

Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, dokter akan memulai pemeriksaan dengan menanyakan semua gejala yang dialami pasien serta riwayat medisnya. 

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk mengukur tekanan darah. 

Jika perlu, dokter juga akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan pendukung, seperti: 

Pemeriksaan Darah 

Pemeriksaan darah dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien untuk pengamatan lebih lanjut di laboratorium. 

Ini bertujuan untuk memeriksa kadar elektrolit dalam tubuh serta memeriksa kinerja ginjal. 

Pemeriksaan Urine 

Pemeriksaan urine dilakukan dengan mengambil sampel urine pasien untuk mendeteksi gejala dehidrasi dan penyebab kondisi tersebut. 

Komplikasi Dehidrasi 

Jika dehidrasi tidak segera diobati, akan menyebabkan beberapa komplikasi seperti yang dijelaskan di bawah ini. 

Masalah Ginjal dan Saluran Kemih 

Dehidrasi dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, batu ginjal, dan bahkan gagal ginjal akut. 

Kondisi ini dapat memburuk, terutama jika pasien sering mengalami dehidrasi.

Hipertermia 

Melakukan aktivitas berat tanpa memperhatikan asupan cairan tubuh dapat menyebabkan dehidrasi dan memicu peningkatan suhu tubuh yang signifikan. 

Kondisi ini disebut hipertermia yang dapat menyebabkan serangan panas. 

Kejang 

Kejang terjadi ketika ada ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh. 

Ketidakseimbangan kalium dan natrium dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi yang selanjutnya menyebabkan kejang. 

Syok Hipovolemik 

Syok hipovolemik adalah komplikasi dehidrasi yang paling parah. 

Tanpa pengobatan segera, kondisi ini dapat menyebabkan kematian. 

Cara Mencegah Dehidrasi 

Tindakan pencegahan utama untuk mencegah dehidrasi adalah dengan memenuhi kebutuhan air harian tubuh Anda. 

Selain air mineral, Anda juga dapat memenuhi asupan harian tubuh Anda dengan minum air infus atau air soda. 

Tindakan pencegahan lain yang dapat Anda lakukan adalah: 

Pastikan Minum Cukup Air 

Para praktisi kesehatan menyarankan wanita dan pria untuk minum 7 gelas atau 1,8 liter air. 

Jumlahnya mungkin bervariasi, tergantung pada aktivitas, berat badan, dan faktor lainnya. 

Pastikan Anda memenuhi hal ini karena tubuh tidak dapat menyimpan air dalam waktu lama. 

Jangan Tunggu Sampai Haus 

Jangan menunggu sampai Anda merasa haus untuk minum air. 

Jadikan minum air sebagai kebutuhan Anda. 

Untuk membantu Anda, Anda selalu dapat menyediakan botol air di samping Anda agar Anda tidak lupa minum air. 

Segera isi kembali botol setelah Anda menghabiskannya.

Pilih Air Mineral Berkualitas Tinggi 

Hindari terlalu banyak minuman yang mengandung banyak gula dan kafein karena dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti diabetes. 

Pilihlah air mineral untuk memenuhi kebutuhan air harian Anda. 

Anda juga dapat minum air soda atau air infus. 

Dalam hal air mineral, pastikan Anda memilih yang berkualitas. 

Air jernih belum tentu bebas dari kontaminasi seperti bakteri dan kuman. 

Jadi, pastikan air mineral yang Anda minum berasal dari sumber yang higienis, begitu pula proses pembuatannya. 

Kapan Saya Harus Pergi ke Dokter? 

Umumnya, Anda dapat mengatasi dehidrasi tanpa perawatan medis. 

Tetapi Anda harus segera menemui dokter jika mengalami gejala-gejala berikut: 

  • Muntah. 
  • Diare selama lebih dari 24 jam. 
  • Kantuk berlebihan dan disorientasi. 
  • Tinja berwarna hitam pekat atau berdarah. 
Itulah semua yang perlu Anda ketahui tentang dehidrasi. 

Biasanya, kondisi ini tidak terlalu serius, tetapi Anda tidak boleh mengabaikannya. 

Ketika Anda menyadari bahwa Anda mudah lelah, ini mungkin pertanda bahwa tubuh Anda membutuhkan lebih banyak air. 

Pastikan Anda minum cukup air agar dapat melakukan semua aktivitas Anda secara optimal. 

Sudahkah Anda minum air hari ini?

Faisal
Faisal "The successful warrior is the average man, with laserlike focus." - Bruce Lee

Posting Komentar untuk "Hubungan Antara Dehidrasi dan Kelelahan"